Minggu, 26 Juli 2026

Tembakau Deli: Warisan Dunia yang Kembali Bersinar dari Tandam Hilir

Nas - Sabtu, 25 Juli 2026 18:28 WIB
Tembakau Deli: Warisan Dunia yang Kembali Bersinar dari Tandam Hilir
Anto Genk dan Manager PTPN 1 Henri Hutabarat.ist

Deli Serdang | Garda.id

Tembakau Deli sejak dahulu dikenal sebagai salah satu tembakau terbaik di dunia. Pada masa kejayaannya, Tembakau Deli menjadi komoditas unggulan yang mengharumkan nama Indonesia hingga ke mancanegara. Kualitas daun pembungkus cerutu (wrapper) yang dihasilkan dari tanah Deli menjadikannya primadona industri cerutu internasional.


Kini, kejayaan itu perlahan kembali dibangkitkan. Di Desa Tandam Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, PT Perkebunan Nusantara I Regional 1 (dahulu PTPN II) dalam lima tahun terakhir terus melakukan berbagai inovasi, terutama dalam pengembangan pembibitan tembakau Deli.


Saat ini, sekitar 50 hektare lahan di kawasan Tandam Hilir telah dikembangkan sebagai pusat pembibitan dan budidaya tembakau berkualitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Tembakau Deli sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:

Manager PTPN I Regional 1, Henri Hutabarat, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada budidaya tembakau, tetapi juga telah berhasil memproduksi cerutu premium (cigar) dengan kualitas tinggi. Beberapa merek yang telah diproduksi antara lain Helvetia Cigar, Seintes, dan yang terbaru Henry Cigar.


Saat berkunjung ke fasilitas pengolahan cerutu di Tandam Hilir, Henri Hutabarat menyampaikan bahwa kualitas cerutu yang diproduksi tidak jauh berbeda dengan cerutu premium asal Kuba, termasuk merek legendaris Cohiba. Menurutnya, kualitas produk terus ditingkatkan agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.


CEO Sumut24 Group, Rianto SH, MH, turut memberikan dukungan terhadap langkah PTPN I Regional 1 dalam menghidupkan kembali kejayaan Tembakau Deli, khususnya melalui pengembangan industri cerutu berkualitas tinggi.


"Menikmati cigar bukan sekadar mengisap cerutu, tetapi menghadirkan sensasi kebanggaan, prestise, dan cita rasa yang khas. Cerutu telah menjadi bagian dari gaya hidup kalangan eksekutif muda, pengusaha, hingga para politikus. Ada pesona, kehangatan, dan karakter yang dirasakan dalam setiap hisapannya," ujar Rianto, yang akrab disapa Anto Genk.


Dengan inovasi yang terus dilakukan dan semangat menjaga warisan sejarah, Tembakau Deli diharapkan kembali menjadi ikon perkebunan Indonesia yang mampu mengharumkan nama Sumatera Utara di panggung dunia.red

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Distribusi cerutu ini telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Bandung, Surabaya, Jakarta, dan Medan. Bahkan, produk tersebut juga
 
Komentar