JAKARTA — Peneliti IndexPolitica, Denny Charter, menyampaikan analisisnya mengenai pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto. Denny menegaskan bahwa pandangan yang disampaikannya merupakan analisis dan pendapat pribadi berdasarkan pembacaan terhadap dinamika politik dan kebijakan pemerintah, bukan informasi resmi mengenai alasan Presiden memberhentikan Purbaya.
"Dalam analisis saya, Purbaya pada akhirnya lebih 'Purbaya' daripada menjadi Menteri Keuangan Presiden Prabowo. Purbaya memiliki karakter sebagai teknokrat yang kuat, komunikatif, berani menyampaikan pandangan dan memiliki identitas kebijakan sendiri. Itu adalah kelebihan, tetapi sekaligus dapat menjadi persoalan ketika seorang Menteri Keuangan harus berada dalam satu garis kebijakan dengan Presiden," ujar Denny.
Menurut Denny, Menteri Keuangan bukan hanya seorang ekonom, tetapi juga bagian dari kabinet yang harus menjaga konsistensi kebijakan pemerintah, kredibilitas APBN, komunikasi publik, serta sinkronisasi dengan Presiden dan Bank Indonesia.
Baca Juga:Denny menilai, penunjukan Suahasil Nazara yang merupakan orang dalam Kementerian Keuangan dapat dibaca sebagai indikasi adanya upaya konsolidasi institusional dan penguatan kendali atas arah fiskal, meskipun hal tersebut tetap merupakan interpretasi dan bukan alasan resmi yang disampaikan Presiden.
Di sisi lain, Denny melihat keputusan tersebut memiliki risiko terhadap kepercayaan publik. Purbaya merupakan salah satu figur menteri yang memiliki tingkat popularitas dan persepsi kinerja tinggi.
"Dalam pandangan saya, persoalan terbesar bagi pemerintah bukan hanya kehilangan Purbaya, tetapi munculnya pertanyaan publik mengapa seorang menteri yang dinilai berkinerja baik dan populer justru diberhentikan. Jika tidak dijelaskan dengan baik, ruang spekulasi akan semakin besar," katanya.