Proyek Ratusan Miliar Era Wali Kota Bobby Nasution di Medan Masih Tertunda

Editor: Admin
DPRD Sumut saat tinjau proyek Islamic Center.ist


MEDAN |  Garda.id

Dua proyek infrastruktur berskala besar yang dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, hingga kini belum rampung. Proyek revitalisasi Stadion Teladan Medan senilai Rp 70 miliar dan pembangunan Medan Islamic Center dengan anggaran lebih dari Rp 393 miliar, kini menjadi sorotan DPRD Sumatera Utara akibat keterlambatan penyelesaian dan potensi penyimpangan anggaran.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Senin dan Selasa (7–8/7/2025), DPRD Sumut menemukan sejumlah kendala teknis dan administratif di lapangan. Selain progres pembangunan yang belum maksimal, muncul pertanyaan atas penggunaan anggaran, terutama pengadaan barang yang belum dimanfaatkan.

Pengadaan Scoring Board Belum Terpasang

Revitalisasi Stadion Teladan dimulai pada 2024, saat Bobby Nasution masih menjabat sebagai Wali Kota. Anggaran sebesar Rp 70 miliar dikucurkan melalui APBD Kota Medan, termasuk untuk pengadaan scoring board senilai Rp 11,7 miliar. Namun hingga pertengahan 2025, alat tersebut belum terpasang.

Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga menilai ada ketidaksesuaian antara laporan administrasi dan kondisi di lapangan. “Kita lihat datanya menyebut pengadaan selesai. Tapi barangnya tidak ada di stadion. Ini rawan menjadi temuan aparat hukum,” ujarnya.

Pihak pelaksana, melalui PPTK Syahrial, menyatakan bahwa scoring board telah dibeli dan kini disimpan di gudang. Pemasangan tertunda karena pekerjaan konstruksi stadion yang dibiayai lewat APBN belum selesai.

“Kami targetkan pemasangan rampung September 2025,” kata Syahrial.

Islamic Center: Bangunan Megah, Akses Masih Buruk

Proyek lain yang juga dimulai pada masa Bobby Nasution adalah pembangunan Medan Islamic Center. Masjid dengan arsitektur tanjak khas Melayu ini berdiri di atas lahan seluas 22 hektare, dengan total anggaran Rp 393,27 miliar. Meski bangunan utama nyaris rampung, akses jalan menuju lokasi masih dalam kondisi buruk, licin, dan berlumpur.

“Masjid ini sempat digunakan salat Jumat, tapi kemudian ditutup lagi karena infrastruktur penunjangnya belum siap,” ungkap anggota DPRD Sumut, Landen Marbun.

Para legislator meminta Pemkot Medan mempercepat penyelesaian proyek agar dapat difungsikan penuh pada tahun 2026.

DPRD Minta Evaluasi Serius

DPRD Sumut menekankan perlunya evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan proyek-proyek strategis yang dimulai di era Bobby Nasution. Selain mempertanyakan efektivitas penggunaan dana, legislatif juga mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam setiap tahapan pembangunan.

“Kami siap memfasilitasi jika dibutuhkan dukungan anggaran dari Pemprov. Tapi harus ada pembenahan dalam manajemen proyek,” ujar Ihwan.

Proyek Warisan yang Masih Berjalan

Bobby Afif Nasution menjabat sebagai Wali Kota Medan sejak 2021 hingga 2024. Di masa kepemimpinannya, sejumlah proyek besar diluncurkan sebagai bagian dari transformasi infrastruktur kota. Namun, hingga kini beberapa proyek tersebut masih berjalan lambat, bahkan berpotensi menjadi perhatian lembaga pemeriksa keuangan.red


Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com