Medan— Garda.id
Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan menggelar Seminar Internasional Metafisika Tasawuf Islam pada Rabu (9/7), mengangkat tema “Implementasi Metafisika Eksakta dalam Menjawab Tantangan Zaman.” Kegiatan ini menjadi forum intelektual yang membahas kedalaman spiritualitas Islam dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan modern.
Seminar ini secara khusus menyoroti pemikiran revolusioner almarhum Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya, seorang tokoh besar dalam Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah yang juga dikenal sebagai ilmuwan dan mursyid. Gagasannya tentang metafisika eksakta—suatu pendekatan spiritual yang bersifat empiris dan terukur—menjadi sorotan utama dalam diskusi para akademisi dan praktisi ilmu tasawuf.
Datuk Rektor UNPAB, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa ajaran agama yang sering dipisahkan dari sains sejatinya merupakan fondasi ilmu pengetahuan tertinggi yang dapat diverifikasi secara ilmiah.
“Ajaran agama, yang kerap dipisahkan dari sains, sesungguhnya adalah fondasi bagi ilmu pengetahuan tertinggi yang dapat diverifikasi dan diterapkan secara empiris,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun kerangka keilmuan holistik yang tidak hanya berdasar pada rasionalitas material, tetapi juga nilai-nilai spiritual. Menurutnya, seminar ini diharapkan dapat mendorong kalangan akademisi untuk lebih terbuka terhadap sinergi antara ilmu pengetahuan dan tasawuf sebagai jawaban atas kompleksitas zaman modern.
Konsep metafisika eksakta yang diusung dalam seminar ini bukan semata-mata wacana filosofis, melainkan menjadi "peta jalan" (roadmap) restrukturisasi ilmu pengetahuan berdasarkan prinsip spiritualitas sebagai landasan pemahaman utuh terhadap realitas.rel