Jumat, 17 April 2026

Warga Keluhkan Galian Tanah Urug di Panei Tongah, Ganggu Lingkungan dan Pemukiman

Nas - Selasa, 21 Januari 2025 14:57 WIB
Warga Keluhkan Galian Tanah Urug di Panei Tongah, Ganggu Lingkungan dan Pemukiman
Warga Keluhkan Galian Tanah Urug di Panei Tongah, Ganggu Lingkungan dan Pemukiman


Simalungun – Aktivitas galian tanah urug di Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, menuai keluhan dari warga sekitar. Kegiatan yang dilakukan untuk kebutuhan penimbunan pembangunan Jalan Tol Pematangsiantar ini dinilai mengganggu lingkungan dan meresahkan masyarakat.


Boru Siahaan, seorang pemilik warung, mengungkapkan bahwa sisa tanah dari penggalian kerap jatuh di badan jalan, menimbulkan debu yang beterbangan hingga masuk ke dalam rumah dan warung warga. "Debu yang masuk membuat warga merasa tidak nyaman. Kami sudah meminta pengusaha menyiram jalan, tapi penyiraman hanya sesekali dilakukan," ujarnya, Minggu (19/1).


Hal serupa disampaikan Boru Simanjuntak, yang menilai bahwa gundukan tanah yang berserakan di jalan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. "Tanah yang jatuh dibiarkan begitu saja, sehingga jalan menjadi becek saat disiram. Kondisi ini menyulitkan pengendara," katanya.


Selain itu, Marga Parna, salah seorang warga, menilai keberadaan tambang tanah urug di tengah pemukiman masyarakat sangat mengkhawatirkan. "Setiap hari puluhan dump truck parkir dan bermanuver di tepi jalan, menyebabkan kemacetan. Lokasi tambang ini tidak layak berada di dekat pemukiman," tegasnya.


Warga menyebut bahwa beberapa minggu terakhir, mereka telah menggelar aksi damai dan melayangkan surat keberatan kepada pihak pengusaha tambang. Namun, hingga kini, aktivitas tambang tetap berjalan seperti biasa tanpa ada perubahan signifikan.


"Sudah ribuan kubik tanah dikeruk dari lokasi tambang ini. Kami meminta instansi terkait untuk meninjau ulang izin tambang dan memastikan bahwa aktivitas tersebut memenuhi aturan yang berlaku," harap Marga Parna.


Sementara itu, pengusaha tambang M. Purba saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah berupaya meminimalkan dampak lingkungan. "Kami sudah menugaskan pekerja untuk membersihkan sisa tanah di jalan, dan kendaraan kami tutupi dengan terpal," katanya melalui sambungan telepon.


Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan pihak berwenang untuk menertibkan tambang tersebut demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.


(Es)


Editor
: Nas
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
Paman Bobby Nasution, Benny Sinomba Siregar Digeser dari Jabatan Kadisdik Medan
Agroforestry Gunung Anaga dan Gunung Hejo Jadi Laboratorium Media Week Pasis Seskoad*
Tim Penyidik Tetapkan Ketua Ombudsman HS sebagai Tersangka Kasus Tambang Nikel di Sultra
Tokoh Masyarakat Madina H. Sjahrir Nasution Desak Kejelasan Perda Tanah Ulayat
Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026–2027
Muscab PKB Serentak 2026, DPW Sumut Dorong Kader Lebih Dekat dengan Rakyat
 
Komentar