JAKARTA — Berawal dari keprihatinan terhadap kehidupan keluarga di desa-desa, Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) menghadirkan sebuah gerakan kemanusiaan baru yang kini mulai menjangkau dunia.
Program ini hadir setelah suksesnya penyelenggaraan 100 CTFP Card of Honor 2026, sebuah momentum penting dalam gerakan kemanusiaan global. Dalam acara tersebut, Presiden Asian Paralympic Committee, Majid Rashed, menyampaikan pesan khusus 100 Celebrities Talk for Paralympic (100 CTFP) yang membuka kesadaran 45 negara Asia akan pentingnya perdamaian dunia melalui gerakan ini.
Dukungan terhadap gerakan 100 CTFP ini juga datang dari berbagai institusi dunia, termasuk International Paralympic Committee, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, ASEAN Para Sports Federation, National Paralympic Council Singapore, Komite Olahraga Indonesia, serta Perkumpulan Insan Maritim Andalan Indonesia (PIMA).
Baca Juga:
Program ini menjadi program charity ke-19 MMLWF sekaligus program pertama dari 100 CTFP Indonesia. Fokus utamanya adalah membantu perempuan berkebutuhan khusus kurang mampu yang harus menjadi penopang utama keluarga mereka.
Berangkat dari realitas di lapangan, banyak anak berkebutuhan khusus harus menghadapi kehidupan yang sangat berat setelah kehilangan sosok ibu—yang juga berkebutuhan khusus—dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
*Dari Bali hingga Dunia*
Program ini pertama kali dilaksanakan di Bali, dengan empat perempuan berkebutuhan khusus sebagai penerima manfaat perdana. Seiring waktu, program ini berkembang ke berbagai daerah seperti Parung, Pekalongan, Langsa, Banda Aceh, Sleman, dan wilayah lainnya.
Baca Juga:
"Ini adalah kebahagiaan dari Tuhan. Saya sangat bersyukur bisa terpilih dalam program ini."
Tak hanya di dalam negeri, program ini kini telah menjangkau tingkat internasional, termasuk Kroasia, Italia, dan Kazakstan.
Perjalanan program ini tidak lepas dari peran generasi muda. Jadrianna Aletta Sutrisno menjadi Lead Youth Leader 100 CTFP Indonesia sekaligus sosok pertama yang memberikan dukungan bagi program ini.
Ia merupakan putri dari Jenny O—penerima penghargaan Women of Influence 100 CTFP Indonesia—dan Sarjono Sutrisno, pemilik Stro World. Dukungan awal dari Jadrianna menjadi fondasi penting dalam menggerakkan keterlibatan generasi muda.
Baca Juga:
*Kisah Kecil, Dampak Besar*
Salah satu kisah menyentuh datang dari Enza, warga Italia-Kroasia, bersama putrinya, Allesandra (11).
Enza menyampaikan sebuah refleksi mendalam tentang makna kebahagiaan,
"Kebahagiaan sejati dimulai ketika tubuh dirawat dan jiwa dikuatkan—karena tanpa kesehatan, bahkan momen paling indah pun kehilangan maknanya."
*Gerakan Anak untuk Dunia*
Inspirasi dari Allesandra( 11) turut menggerakkan anak-anak lainnya untuk terlibat, di antaranya Aiden Setiawanto (11) di Singapura dan Jasmine Dzakyra Kurniawan (7) di Jakarta.
*Gerakan Sunyi, Dampak Mendunia*
Dukungan terhadap program ini terus mengalir dari berbagai tokoh, termasuk Rita Pusponegoro, Jenny O, Karin Linggrid Koh, Tan Rini Mulyadi Dewi S. Hartati,Emmy Ranoewidjojo serta Mepi Lin.