Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas." Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam membangun generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.
Menurut Ismet Danial Nasution, santri memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan saat ini, ulama dan santri telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperjuangkan kemerdekaan, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga:Ia menilai, tantangan yang dihadapi generasi muda pada masa kini semakin kompleks. Karena itu, santri perlu membekali diri dengan pendidikan yang berkualitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak.
Pendidikan pesantren, lanjutnya, tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi santri untuk berkiprah di tengah masyarakat.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Ketua Umum PP TPI Medan itu berharap para santri semakin bersemangat dalam menuntut ilmu, menghormati guru, mengamalkan ajaran agama, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat dan negara.
Peringatan Hari Santri Nasional, dengan demikian, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta memperkuat peran pendidikan Islam bagi kemajuan Indonesia.
"Santri Hebat, Indonesia Kuat!" menjadi semangat yang diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap santri untuk turut mewujudkan Indonesia yang maju, berkarakter, dan bermartabat.
Baca Juga: