Ambisi tersebut ditegaskan Ketua Umum Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Yan Mulia Abidin saat memberikan pengarahan kepada pemain, pelatih, dan ofisial tim di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan itu, Yan juga melepas keberangkatan tim yang akan mencatat sejarah sebagai wakil pertama Indonesia di kejuaraan dunia sepak bola mini.
Pengarahan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Pusat KSMI, antara lain Plt. Sekretaris Jenderal Adhannie Anggoro, serta Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Teknologi Tundra Meliala.
Baca Juga:Yan menyebut keikutsertaan Indonesia dalam turnamen dunia itu sebagai tonggak penting perjalanan sepak bola mini nasional. Setelah melalui proses pembinaan dan pengembangan organisasi, Indonesia akhirnya mendapat kesempatan menguji kemampuan di tengah persaingan negara-negara yang lebih dahulu membangun tradisi sepak bola mini.
Menurut Yan, status sebagai tim debutan tidak boleh membuat para pemain merasa rendah diri. Sebaliknya, kesempatan tersebut harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa sepak bola mini Indonesia memiliki kualitas dan daya saing di tingkat internasional.
"Kita datang sebagai debutan dan pendatang baru. Namun, kita tidak datang untuk sekadar numpang lewat. Saya ingin kalian berangkat dengan target, bukan dengan beban," ujar Yan.
Yan mengingatkan bahwa mereka tidak hanya membawa nama organisasi, tetapi juga kehormatan bangsa. Setiap penampilan di lapangan akan menjadi representasi Indonesia di hadapan masyarakat sepak bola internasional.
Karena itu, ia menitipkan tiga hal kepada seluruh anggota tim. Pertama, menjaga disiplin dan kekompakan. Dalam sepak bola mini, yang dimainkan dengan enam pemain di lapangan, koordinasi dan kesatuan pemikiran menjadi faktor penting. Kepentingan tim harus ditempatkan di atas ambisi individual.
Baca Juga:Kedua, memperlihatkan karakter bangsa Indonesia melalui sportivitas, sikap saling menghormati, dan semangat pantang menyerah. Yan menginginkan para pemain tetap menjunjung tinggi nilai fair play, tetapi memiliki daya juang kuat hingga pertandingan berakhir.
Ketiga, menikmati setiap pertandingan sekaligus membuktikan hasil pembinaan sepak bola mini nasional. Keikutsertaan di Antalya diharapkan menjadi ujian nyata terhadap kemampuan pemain, pelatih, serta sistem pembinaan yang selama ini dibangun KSMI.
Bagi Indonesia, kejuaraan di Turki bukan hanya agenda pertandingan internasional. Debut tersebut juga menjadi kesempatan memperkenalkan potensi sepak bola mini nasional sekaligus membuka jalan bagi peningkatan prestasi pada kompetisi berikutnya.