Jakarta - Film horor asal Taiwan, The Rope Curse 4: Kuntilanak, siap tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2026! Film ini untuk pertama kalinya memadukan tradisi ritual pengusiran roh jahat Zhong Kui dari kuil-kuil Taiwan dengan legenda hantu perempuan Kuntilanak yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Tak hanya melakukan syuting langsung di Indonesia, film ini juga menghadirkan aktor ternama Indonesia Ferry Salim dan kreator konten populer Andovi da Lopez.
Sejak dirilis di Taiwan, film ini telah meraih pendapatan box office lebih dari NT$81 juta (sekitar Rp44,8 miliar), sekaligus mencetak rekor sebagai film terlaris sepanjang waralaba The Rope Curse. Kesuksesan tersebut semakin menambah daya tarik kolaborasi horor lintas negara ini.
Menjelang penayangannya di Indonesia, gala premiere The Rope Curse 4: Kuntilanak digelar meriah pada malam 19 Oktober 2026 di studio SCREENX CGV, Jakarta. Ferry Salim dan Andovi da Lopez hadir bersama produser asal Taiwan Jeff Tsou, sutradara Liao Shih-Han, serta para pemain Wilson Hsu, Hangee Liu, dan Travis Hu. Mereka bertemu langsung dengan penonton Indonesia untuk memperkenalkan film yang memadukan budaya horor dari kedua negara.
Baca Juga:Jeff Tsou mengungkapkan kegembiraannya, "Ini adalah film horor eksorsisme Taiwan pertama yang melakukan syuting sekaligus tayang di Indonesia. Saya sangat antusias dan berterima kasih atas sambutan hangat serta dukungan semua orang!"
Sementara itu, Liao Shih-Han mengaku merasa antusias sekaligus gugup karena film ini menggabungkan budaya Zhong Kui dari kuil-kuil Taiwan dengan legenda Kuntilanak Indonesia. Ia berharap perpaduan kedua budaya tersebut dapat diterima dan disukai oleh penonton Indonesia.
*Ferry Salim dan Andovi da Lopez Meriahkan Gala Premiere, Para Pemain Indonesia dan Taiwan Saling Unjuk Kemampuan Bahasa*
Tak mau melewatkan kesempatan tersebut, Ferry Salim langsung mengajak Wilson Hsu menyanyikan lagu anak-anak Indonesia "Sayang Semuanya" bersama-sama. Lagu yang akrab di telinga masyarakat Indonesia itu membuat suasana acara semakin meriah.
Wilson Hsu mengungkapkan bahwa ia sengaja meluangkan waktu dua hari untuk berlatih memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia menjelang gala premiere. Ia juga kembali menghafalkan lagu anak-anak Indonesia yang pernah dipelajarinya selama proses syuting.
"Luar biasa! Mantra yang satu ini benar-benar tidak bisa saya terjemahkan. Saya menyerah!" ujarnya, membuat seluruh penonton tertawa.
Andovi da Lopez pun tak mau kalah. Ia menyapa penonton menggunakan bahasa Mandarin, lalu mengejutkan semua orang dengan menyanyikan lagu Mandarin populer "Liu Xing Yu" (流星雨) di atas panggung. Momen tersebut menjadi salah satu bentuk pertukaran budaya yang menghibur antara para pemain Indonesia dan Taiwan.
"Baru kali ini melihat Ferry dengan penampilan seperti ini. Keren banget!" ujar keluarganya.
*Adegan Pakai Masker Wajah Bikin Penonton Indonesia Tertawa, Travis Hu Nyanyikan "Nina Bobo"*
Aktor Taiwan Hangee Liu, yang memerankan karakter A-Guai, mengungkapkan rasa harunya karena untuk pertama kalinya dapat menonton film yang dibintanginya bersama penonton Indonesia.
Saat adegan A-Guai selesai mandi, memakai masker wajah, lalu tiba-tiba bertemu hantu ditayangkan, penonton langsung tertawa terbahak-bahak. Respons tersebut membuat Hangee merasa sangat tersentuh sekaligus bangga karena unsur komedi dalam aktingnya ternyata dapat dinikmati meskipun terdapat perbedaan bahasa dan budaya.
Lagu yang juga muncul dalam cerita The Rope Curse 4: Kuntilanak tersebut menjadi salah satu elemen yang menghubungkan budaya Indonesia dan Taiwan dalam film ini.
*Kuntilanak Indonesia Berhadapan dengan Zhong Kui Taiwan, Film Raih Box Office Lebih dari NT$81 Juta (Sekitar Rp44,8 Miliar)*
Dengan proses syuting yang juga dilakukan langsung di Indonesia, film ini menghadirkan unsur horor lintas budaya yang berbeda dari film-film sebelumnya dalam waralaba The Rope Curse.
Sejak tayang di Taiwan, film ini telah mengumpulkan pendapatan box office lebih dari NT$81 juta (sekitar Rp44,8 miliar), menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah waralaba The Rope Curse.
The Rope Curse 4: Kuntilanak diproduksi dan dipasarkan oleh WOWing Entertainment Group, serta didistribusikan di Taiwan oleh Machi Xcelsior Studios. Film ini digarap oleh produser Jeff Tsou dan sutradara Liao Shih-Han bersama tim kreatif peraih penghargaan dari seri sebelumnya.
The Rope Curse 4: Kuntilanak resmi tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2026. Film ini juga dijadwalkan tayang di Kamboja pada 29 Oktober dan Vietnam pada 11 November 2026, membawa kisah horor hasil kolaborasi Taiwan dan Indonesia kepada lebih banyak penonton di Asia.