Penyelenggara lomba, Real Art, menyebut seluruh peserta merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan di 18 kota di Indonesia. Kompetisi tersebut diharapkan dapat menjaring penari terbaik yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dengan tetap berpijak pada kekayaan tradisi budaya Nusantara.
Adhannie Anggoro dari Real Art mengatakan, para juara akan dipilih untuk menjadi Duta Budaya Indonesia dalam program pertukaran budaya di Kuala Lumpur, Malaysia, pada April 2027.
Menurut Adhannie, Grand Final 2026 merupakan penyelenggaraan keempat ajang tersebut. Keikutsertaan ratusan penari dari berbagai daerah menunjukkan besarnya potensi seni tari di Indonesia yang perlu terus diberi ruang untuk berkembang.
Tari kreasi menjadi salah satu bentuk pengembangan seni tari yang memadukan unsur tradisi dengan gagasan, gerak, dan ekspresi baru. Pengembangannya diharapkan tidak hanya memperluas kreativitas seniman, tetapi juga menjaga kesinambungan warisan budaya di tengah perubahan selera masyarakat.
Dengan melibatkan peserta dari 15 provinsi, Grand Final Real Art di Klaten diharapkan menjadi ajang pertemuan beragam ekspresi tari daerah sekaligus mendorong regenerasi penari. Program pertukaran budaya ke Malaysia juga membuka kesempatan bagi para juara untuk memperkenalkan seni Indonesia kepada masyarakat internasional.
Penyelenggaraan lomba ini diharapkan tidak berhenti pada kompetisi dan penentuan pemenang. Lebih dari itu, ajang tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat apresiasi masyarakat terhadap seni tari serta memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi melalui kebudayaan.