Pembukaan Porsadin ke-VII tersebut dihadiri perwakilan DPP FKDT Pusat, Dr. Ishak Nasution, Ketua FKDT Sumatera Utara Khalid Daulay, Ketua I dan II TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar.
Dalam keterangannya, Dr. Ishak Nasution yang mewakili DPP FKDT Pusat mengatakan, Porsadin bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga wadah mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, serta mengembangkan bakat dan kreativitas para santri pendidikan diniyah takmiliyah.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjaga kejujuran, dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Para peserta hendaknya terus mengasah minat dan bakat untuk meraih prestasi. Jadikan Porsadin ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik, sekaligus memperkuat persaudaraan antarsantri," pesannya.
Kesempatan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing dan membawa nama baik Sumatera Utara di tingkat nasional.
Cabang Seni, Keagamaan, dan Olahraga Dipertandingkan
Porsadin ke-VII tingkat Sumatera Utara mempertandingkan sejumlah cabang yang mencakup bidang seni, keagamaan, dan olahraga.
Sementara itu, pada bidang olahraga, peserta berkompetisi dalam cabang lari, bulu tangkis, tenis meja, dan futsal.
Beragam cabang tersebut memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing, baik dalam penguasaan ilmu agama maupun keterampilan seni dan olahraga.
TPI Medan menyambut baik penyelenggaraan Porsadin ke-VII sebagai momentum memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan prestasi santri.
Menurut Ikrom, olahraga dan seni tidak hanya berkaitan dengan pencapaian kemenangan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, ia juga berharap para santri tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki semangat kebersamaan, dan mampu membawa nama baik lembaga pendidikan masing-masing.
FKDT Sumut Tekankan Sportivitas dan Prestasi
Ketua FKDT Sumatera Utara, Khalid Daulay, mengatakan bahwa Porsadin merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan santri pendidikan diniyah takmiliyah.
Khalid berharap seluruh peserta berani menunjukkan kemampuan terbaiknya, menaati ketentuan perlombaan, serta menghormati keputusan dewan juri.
Ia menegaskan, keberhasilan Porsadin tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau gelar juara, tetapi juga dari tumbuhnya semangat persaudaraan dan meningkatnya kualitas pembinaan santri.
Ia menekankan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam kompetisi. Kejujuran, kedisiplinan, sikap saling menghormati, dan kemampuan menerima hasil perlombaan merupakan nilai penting yang harus dijaga.
Menurutnya, Porsadin menjadi sarana pendidikan karakter bagi santri agar mampu berkompetisi secara sehat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Porsadin ke-VII tingkat Provinsi Sumatera Utara di TPI Medan diharapkan semakin memperkuat peran pendidikan diniyah takmiliyah dalam mencetak generasi muda Islam yang berilmu, berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing hingga tingkat nasional.
Turut hadir dalam acara tersebut mewakili Ketua DPP FKDT Ishak Nasution M, Ketua FKDT Sumut Khalid Daulay, Ketua I dan II TPI Medan H Ikrom Helmi Nasution, para ketua DPC FKDT SE Sumut, Kakankemenag Medan, Dr H Impun Siregar, Kakkemenag Dr. H. Mustafid, MA , Kakankemenag Simalungun Drs. H. Bahrum Saleh, MA. Para undangan dan lainnya.rel