Sebagai tulang punggung teknis dari operasional penerbangan di wilayah ini, HAAME telah membuktikan diri sebagai pusat Maintenance, Repair, Overhaul (MRO) pesawat berkelas internasional. Fasilitas yang luas dan dilengkapi dengan teknologi terkini tidak hanya melayani armada Hainan Airlines, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi berbagai maskapai penerbangan internasional yang melintasi jalur udara vital di kawasan tersebut.
Delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mengunjungi fasilitas HAAME, Jumat, 17 Juli 2026. HAAME adalah tempat terakhir yang dikunjungi delegasi JMSI dalam perjalanan persahabatan atas undangan All China Journalists Association (ACJA). Sebelum berkegiatan di Provinsi Hainan, delegasi JMSI lebih dahulu mengunjungi sejumlah tempat di Provinsi Yunnan.
Dia menambahkan, posisi strategis Provinsi Hainan sebagai pelabuhan perdagangan bebas atau Free Trade Port (FTP) memberikan keuntungan tidak kecil bagi pengembangan industri perawatan pesawat. Kebijakan perdagangan bebas yang diterapkan pemerintah Tiongkok di Hainan menciptakan ekosistem yang sangat kompetitif bagi HAAME untuk terus tumbuh dan memperluas kapasitas layanannya.
Melalui status FTP ini, HAAME menikmati kemudahan dalam impor suku cadang pesawat dan peralatan teknologi tinggi dari berbagai negara dengan tarif pajak yang sangat rendah atau bahkan nol. Hal ini secara langsung menekan biaya operasional perawatan, yang pada akhirnya memberikan keuntungan kompetitif dalam harga layanan kepada para kostumer.
Keuntungan lain yang didapatkan kostumer adalah waktu ground time pesawat yang lebih singkat. Semakin cepat sebuah pesawat selesai menjalani perawatan, semakin cepat pula armada tersebut kembali mengudara untuk melayani penumpang atau mengangkut kargo. Artinya, efisiensi maskapai secara keseluruhan meningkat drastis.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi JMSI menyaksikan langsung bagaimana integrasi antara tenaga ahli yang sangat terampil dengan sistem manajemen digital modern bekerja di lantai hangar. Setiap detail pengerjaan dilakukan dengan presisi tinggi, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan penerbangan yang tanpa kompromi.
Peran HAAME pun semakin diperhitungkan dalam rencana jangka panjang konektivitas "Belt and Road Initiative" yang digagas Tiongkok. Sebagai penghubung udara, Hainan diproyeksikan akan terus meningkatkan frekuensi penerbangan ke berbagai titik di Asia Tenggara dan sekitarnya, dengan dukungan penuh dari kapabilitas perawatan yang ada di Haikou.
Usai kunjungan, Pembina JMSI Mursyid Sonsang mengapresiasi keterbukaan HAAME dalam menunjukkan bagaimana standar kualitas internasional dapat diterapkan di lingkungan yang mendukung pertumbuhan bisnis seperti di Hainan.
"Perusahaan ini tidak hanya merawat mesin, tetapi juga merawat kepercayaan pelanggan melalui layanan yang responsif," ujarnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi mengenai potensi kolaborasi lebih lanjut dalam mempromosikan ekosistem industri penerbangan di Hainan kepada audiens yang lebih luas, khususnya di Indonesia.
Keunggulan yang mereka tawarkan akan terus menjadi pendorong utama bagi tumbuhnya ekonomi regional yang berbasis pada transportasi udara yang aman dan efisien. []