SUKABUMI — Di tengah situasi dunia yang tidak menentu dan diliputi konflik, gerakan 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) menghadirkan program baru sebagai wujud nyata kepedulian global.
Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee, baru-baru ini sukses menyelenggarakan Paralympic Winter Games Milan Cortina 2026 di tengah kondisi dunia yang bergejolak, membuktikan bahwa perdamaian dapat diwujudkan melalui gerakan Paralympic.
Andrew Parsons adalah tokoh kunci dalam gerakan 100 CTFP, sebuah program amal skala dunia yang didirikan oleh Natalia Tjahja melalui Maria Monique Last Wish Foundation( MMLWF) , di mana para tokoh dunia memberikan tiga pesan inspiratif bagi atlet berkebutuhan khusus di seluruh dunia, dan peluncuran gerakan ini ditandai dengan tiga pesan langsung dari Andrew Parsons.
Dari gerakan tersebut lahir program baru 100 CTFP Happiness Golden Hope, yang diluncurkan di Bantargadung, Sukabumi, wilayah yang sejak 19 Februari mengalami pergerakan tanah hingga menyebabkan ratusan rumah ambles dan tidak dapat dihuni, sehingga membuat warga harus mengungsi hingga saat ini.
Program ini bermula dari Bali, di mana empat wanita berkebutuhan khusus yang menjadi tulang punggung keluarga, menerima tabungan emas, kemudian berlanjut ke Parung, Pekalongan, Banda Aceh, Langsa, Sleman, hingga akhirnya hadir di Bantargadung, Sukabumi.
Kehadiran di Bantargadung bermula dari 100 CTFP Paula Meliana memberitahukan kepada Natalia bahwa warga Bantargadung mengalami penderitaan berat akibat rumah-rumah yang ambles hingga lima meter. Dari informasi tersebut, MMLWF segera memutuskan untuk datang langsung dan memberikan kebahagiaan kepada para pengungsi Bantargadung.
Empat perempuan menerima emas, yaitu Nong, seorang wanita tuna rungu dengan kelainan pada wajah dan hidung yang tetap menjadi tulang punggung keluarga, Marni, perempuan berkebutuhan khusus dengan kelainan pada tangan dan menjadi penopang keluarga, Diah, perempuan tuna rungu yang bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya, serta Elis, seorang ibu hamil
Momen penerimaan emasnya menjadi sangat mengharukan ketika Natalia menempelkan emas tersebut diperutnya dan Elis menangis sambil mengucap syukur bahwa meskipun kehilangan rumah, ia memiliki emas untuk menyambut kelahiran bayinya.
Tidak hanya emas dan kursi roda, keenam Kartini tersebut juga menerima sembako dan pakaian-pakaian yang indah dan 6 tas anyaman dari Siti Marifah Ma'ruf Amin , Ketua MUI bidang Perempuan dan Keluarga ( PRK)
Dalam kesempatan tersebut, 100 CTFP Nisa Sakera memberikan karpet baru untuk masjid, sementara enam Kartini juga menerima enam tas anyaman dari Siti Ma'rifah Ma'ruf Amin sebagai bentuk perhatian tambahan.
Kegiatan ini mengutamakan generasi muda yang dipimpin oleh Jadrianna Aletta Sutrisno( Jakarta) dan diteruskan oleh Alessandra Giannetto (Italia–Kroasia), Malika Djajadiningrat( Jakarta) ,Maira Shasmeen Mazaya( Jakarta),Morgan J Gottama( Jakarta) , Laetitia Purawinata( LA) , Warren G. Sebastian (Taiwan), Darlene Zhang, (Melbourne),Sylvia Hendarto( Jakarta) Christian Kertawiguna( Jakarta), Rininta Wijaya( Jakarta) dan Mepi Lin( Jakarta)
Papin, perwakilan warga Cijambe, menyampaikan bahwa bantuan ini membawa kebahagiaan luar biasa di tengah kondisi mereka yang masih mengungsi dan kehilangan rumah, serta berharap adanya dukungan lanjutan dari para dermawan.
Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, rombongan MMLWF mengalami peristiwa menegangkan ketika ban depan kendaraan pecah di jalan tol yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, namun seluruh rombongan selamat. "Terima kasih Tuhan, kami semua dalam keadaan baik," ujar Natalia Tjahja.
Di Bantargadung, tanah mungkin masih bergerak, namun harapan tetap hidup. "Kita semua hanya bergantung dan berharap kepada Tuhan," ujar Natalia menutup wawancara.