MEDAN | Garda.id
Menurut Anto Genk, Rico-Zaki mulai memperlihatkan ketegasan dalam menata birokrasi, terutama setelah berani melakukan evaluasi terhadap aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan. Namun, ia menilai keberanian tersebut jangan berhenti pada level bawah.
Kini, publik menunggu apakah ketegasan yang sama akan diarahkan kepada kepala dinas yang kinerjanya dinilai belum optimal menjawab berbagai persoalan Kota Medan.
Baca Juga:"Rico-Zaki mulai menunjukkan keberanian. Ini harus kita apresiasi dan dukung. Jabatan tidak boleh menjadi tameng dari evaluasi. Kalau ada persoalan, periksa sesuai aturan. Kalau kinerjanya baik, pertahankan. Tetapi kalau target tidak tercapai, tentu harus dievaluasi," ujar Anto Genk.
Menurutnya, langkah terhadap camat dan lurah justru dapat menjadi momentum bagi Rico-Zaki untuk membangun budaya birokrasi berbasis kinerja, di mana setiap pejabat dituntut mampu menunjukkan hasil kerja yang terukur dan dirasakan langsung masyarakat.
"Jangan berhenti di camat dan lurah. Kepala dinas juga harus siap dievaluasi. Bukan berarti kepala dinas pasti bermasalah, tetapi semua pejabat harus memiliki ukuran kinerja yang jelas. Kalau berhasil, beri apresiasi. Kalau belum berhasil, bina dan evaluasi. Kalau berkali-kali gagal memperbaiki kinerja, Wali Kota harus berani mengambil keputusan," tegasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari WTP keenam, capaian investasi Rp14,5 triliun, keberhasilan menjadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI 2026, maupun progres revitalisasi Stadion Teladan.
"Semua itu patut diapresiasi. Tetapi ukuran paling penting tetap sederhana: apakah masyarakat Kota Medan merasakan perubahan?" ujar Anto Genk.
Baca Juga:Karena itu, menurutnya, persoalan parkir, retribusi, PBG, pajak daerah, sampah, banjir, kemacetan, jalan rusak dan kualitas pelayanan publik harus menjadi bagian dari evaluasi kinerja kepala perangkat daerah.
"Rico-Zaki jangan hanya bertanya apakah laporan sudah selesai. Tanyakan apakah persoalan masyarakat sudah selesai. Itu bedanya birokrasi yang sekadar bekerja dengan birokrasi yang menghasilkan," katanya.
Anto Genk juga mendorong agar program Sapa Warga ditingkatkan menjadi "Sapa dan Selesaikan".
Sebagai Ketua JMSI Sumut dan CEO/Owner Sumut24 Group—yang menaungi Harian Sumut24, Sumut24.co, Medan24news.com, Garda.id dan HaloMedan.com —Anto Genk menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial sekaligus dukungan agar pemerintahan Rico-Zaki semakin kuat.
"Kami memberikan apresiasi ketika pemerintah bekerja benar. Tetapi ketika ada yang perlu diperbaiki, media juga harus menyampaikannya. Kritik bukan untuk menjatuhkan Rico-Zaki. Justru kami ingin Rico-Zaki berhasil," ujarnya.
Baca Juga:Ia berharap Rico-Zaki tidak ragu melakukan penyegaran apabila evaluasi berbasis data menunjukkan adanya pejabat yang tidak mampu mencapai target.
"Pemimpin jangan takut kehilangan pejabat. Yang harus ditakutkan adalah kehilangan kepercayaan masyarakat," pungkas Anto Genk.
Setelah 17 bulan, menurut Anto Genk, Rico-Zaki sudah menunjukkan bahwa mereka berani mengevaluasi. Sekarang publik menunggu satu langkah berikutnya: beranikah ketegasan itu naik level hingga kepala dinas?