JAKARTA — Politisi senior Reza Fakhrumi Tahir menilai polemik pejabat berobat ke luar negeri tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan, selama biaya pengobatan tersebut tidak menggunakan uang negara.
"Apa masalahnya kalau pejabat berobat ke luar negeri? Sepanjang tidak menggunakan uang negara, silakan saja. Orang mau berobat kok diributi. Pejabat kan manusia juga, yang punya hak menjaga kesehatannya," kata Reza, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, masyarakat perlu membedakan antara penggunaan fasilitas negara dengan hak pribadi seseorang untuk memperoleh layanan kesehatan terbaik.
Baca Juga:
"Kalau pakai uang pribadi, itu urusan pribadi. Jangan semua hal dipolitisasi," ujarnya.
Belakangan, isu pejabat berobat ke luar negeri kembali menjadi sorotan publik. Tidak sedikit kalangan mempertanyakan komitmen para elite terhadap kualitas layanan kesehatan nasional apabila mereka sendiri lebih memilih rumah sakit di luar negeri.
"Semua orang pasti ingin mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Itu hal yang wajar," katanya.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai fenomena pejabat berobat ke luar negeri tetap memiliki dampak psikologis terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada sistem kesehatan nasional.
Sebab, pejabat publik dinilai seharusnya menjadi pihak yang paling percaya terhadap fasilitas kesehatan dalam negeri yang selama ini dibangun menggunakan anggaran negara.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengakui dirinya tengah berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Ia menyebut keberangkatan tersebut telah direncanakan sejak lama dan sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri.
Rico juga menyinggung bahwa komunikasi antara Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selama ini belum berjalan optimal.red