Selasa, 18 Agustus 2026

M. Lokot Nasution Masih Layak Pimpin Partai Demokrat Sumut

Nas - Selasa, 18 Agustus 2026 09:51 WIB
M. Lokot Nasution Masih Layak Pimpin Partai Demokrat Sumut
Muhammad Lokot Nasution


Catatan Ismail Nasution

MEDAN — Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara 2026 mulai menghangat. Sejumlah nama disebut-sebut berpotensi masuk bursa calon Ketua DPD Demokrat Sumut periode berikutnya. Namun, di tengah munculnya kritik terhadap kepemimpinan saat ini, pertanyaan penting justru perlu dikedepankan: apakah M. Lokot Nasution masih layak diberi kepercayaan memimpin Demokrat Sumut?

Secara objektif, jawabannya masih layak.

Baca Juga:
Lokot Nasution bukan figur yang tiba-tiba muncul dalam struktur Partai Demokrat. Ia telah dipercaya memimpin DPD Demokrat Sumut sejak 2022 setelah ditetapkan DPP Partai Demokrat melalui proses Musda dan fit and proper test. Saat itu, Lokot memperoleh dukungan terbanyak dalam Musda dibandingkan dua kandidat lainnya.

Di tingkat politik nasional, Lokot juga memiliki posisi strategis sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Data KPU mencatat Lokot memperoleh 56.688 suara pada Pemilu 2024.

Baca Juga:
Ketua DPD Demokrat Sumut M Lokot Nasution Gelar Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 1446 H
Maju Balon Walikota Medan, Ketua HMTI H Sobirin Harahap Daftar Ke Partai Demokrat
Artinya, Lokot memiliki dua modal sekaligus: pengalaman sebagai pimpinan partai di tingkat provinsi dan pengalaman sebagai anggota legislatif di tingkat nasional.

Kritik terhadap kepemimpinannya tentu tidak boleh diabaikan. Sejumlah politisi senior Demokrat Sumut bahkan menilai konsolidasi internal partai belum berjalan maksimal dan mendorong adanya pergantian Ketua DPD pada Musda 2026. Kritik tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi internal partai dan patut dijadikan bahan evaluasi.

Namun, kritik tidak otomatis berarti kegagalan.

Demokrat Sumut di bawah Lokot juga masih menunjukkan aktivitas organisasi dan sosial. Pada Maret 2026, misalnya, DPD Demokrat Sumut menggelar kegiatan buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim yang dihadiri pengurus DPC Demokrat dari berbagai daerah.

Baca Juga:
Karena itu, Musda seharusnya tidak hanya menjadi arena pergantian figur, tetapi menjadi momentum melakukan evaluasi menyeluruh.

Jika Lokot dinilai memiliki kekurangan, maka ukurannya harus jelas: bagaimana konsolidasi DPC, perkembangan jumlah kader, perolehan kursi legislatif, kekuatan struktur hingga tingkat bawah, komunikasi dengan kader, serta kemampuan membangun elektabilitas Partai Demokrat di Sumatera Utara.

Begitu pula jika muncul kandidat baru, mereka harus menawarkan program dan kapasitas yang lebih baik, bukan sekadar membawa isu pergantian kepemimpinan.

Partai Demokrat membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan kader, bukan memperlebar perpecahan.

Dalam konteks itu, Lokot masih memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu melakukan evaluasi dan pembenahan. Pengalaman selama memimpin DPD menjadi modal penting untuk melanjutkan konsolidasi, sekaligus memperbaiki kelemahan yang selama ini menjadi sorotan.

Musda 2026 akhirnya harus dikembalikan kepada prinsip sederhana: siapa yang paling mampu membesarkan Partai Demokrat Sumut, memperkuat struktur organisasi, memenangkan hati rakyat, dan meningkatkan perolehan suara partai.

Jika ukuran tersebut digunakan secara objektif, maka M. Lokot Nasution masih pantas diperhitungkan dan belum layak begitu saja disingkirkan dari bursa kepemimpinan Demokrat Sumut.

Musda bukan sekadar mencari siapa yang baru, tetapi menentukan siapa yang paling mampu membawa Demokrat Sumut menjadi lebih kuat.

Latar Belakang M. Lokot Nasution

Muhammad Lokot Nasution merupakan putra kelahiran Kota Medan, tepatnya kawasan Jalan Prof. H.M. Yamin. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya dikenal sebagai pedagang di kawasan Pusat Pasar Kota Medan, sehingga sejak kecil Lokot sudah akrab dengan kehidupan masyarakat dan dunia perdagangan. Ia merupakan anak pertama dari enam bersaudara.

Pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas ditempuh Lokot di Kota Medan. Alumni SMPN 11/13 tersebut dan Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 3 Medan, ia kemudian merantau ke Pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan dan memperluas pengalaman.

Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Lokot memiliki pengalaman panjang sebagai birokrat di Kementerian Perhubungan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal ketika kemudian ia memutuskan meninggalkan dunia birokrasi dan masuk ke politik praktis.

Perkenalannya dengan dunia politik berkembang melalui lingkungan pergaulan dan jaringan yang dibangunnya sejak masa muda. Lokot kemudian bergabung dengan Partai Demokrat dan dipercaya menduduki posisi Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat sebelum akhirnya maju dalam kontestasi internal untuk memimpin Demokrat Sumatera Utara.

Pada 2022, Lokot terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara periode 2022–2027. Ia kemudian dilantik pada 12 Mei 2022 bersama jajaran pengurus DPD Demokrat Sumut.

Karier politiknya semakin menguat setelah Lokot berhasil memperoleh 56.688 suara pada Pemilu 2024 dari daerah pemilihan Sumatera Utara I dan terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Demokrat. Saat ini ia tercatat sebagai anggota Komisi V DPR RI.

Dengan latar belakang sebagai anak pedagang, pernah menjadi birokrat, kemudian masuk ke dunia politik dan akhirnya dipercaya memimpin partai di tingkat provinsi sekaligus duduk di DPR RI, perjalanan Lokot Nasution menunjukkan perpindahan karier dari dunia birokrasi menuju politik nasional.

Latar belakang tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sosok Lokot masih memiliki modal pengalaman dan jaringan untuk diperhitungkan dalam dinamika kepemimpinan Partai Demokrat Sumatera Utara.****


Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Sumut Jangan Jadikan Laboratorium Politik Disintegrasi
P-APBD Sumut 2025 Turun, Pengamat Nilai Politik Anggaran Bobby Nasution Ugal-Ugalan
 
Komentar