Pemberian penghargaan diberikan kepada Hasrul, ungkap Redouane Houssaini, karena selama enam tahun (2019-2025) menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Maroko, Hasrul dinilai telah sangat banyak berjasa dan berkontribusi dalam meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Antara lain kerja sama bilateral di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, ekonomi, agama, pariwisata dan kebudayaan. Dari 10 dubes yang pernah bertugas di Maroko, sejak Indonesia membuka kedutaan pada 1960 yang lalu, baru tiga yang menerima penghargaan, satu di antaranya tokoh kebanggaan Sumatera Utara, Hasrul Azwar.
Baca Juga:Usai menerima medali penghargaan tertinggi dari Kerajaan Maroko tersebut, Hasrul Azwar yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan dalam Bahasa Arab mengaku, dirinya sangat terkejut, terharu dan selanjutnya tidak lupa bersyukur kepada Sang Khaliq, Allah ajja wa zalla.
"Pemberian penghargaan ini sejatinya bukan untuk saya pribadi dan keluarga, tetapi untuk bangsa dan rakyat Indonesia," kata politisi senior yang hobi bermain sepak bola dan pernah menjadi Ketua Fraksi dan Ketua Komisi VIII DPR-RI ini.
Pada acara yang dirangkai dengan resepsi peringatan 27 tahun King Mohammed VI bertahta sebagai Raja Maroko, Hasrul tak lupa mengucapkan selamat kepada Raja serta terima kasih dan mengharapkan beliau senantiasa dalam keadaan sehat walafiat.
"Sangat kuat rasa cinta rakyat Maroko kepada sang pencipta (Allah), Tanah Air dan Raja," kata Hasrul yang hadir menerima penghargaan didampingi istri tercinta Sri Wahyuni Santosa, dan putra bungsu Khairul Imam beserta istri.
Malam resepsi 27 tahun King Mohammed VI bertahta dan pemberian penghargaan kepada Hasrul Azwar dihadiri Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, anggota DPR RI Yasonna H Laoly, mantan Menlu Alwi Shihab, sejumlah tokoh serta para Duta Besar yang bertugas di Indonesia.
"Dipercaya Pemerintahan Indonesia sampai enam tahun menjadi Dubes di Maroko, tentu karena tokoh senior HMI tersebut merupakan sosok yang istimewa dan sangat mumpuni dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.
Dan, ketika Hasrul harus mengakhiri tugasnya, para staf KBRI di Rabat pun menuliskan pesan cukup menyentuh : enam tahun bukan waktu yang singkat. Selama itu, Bapak telah menjadi lebih dari sekadar seorang Duta Besar. Bapak adalah sosok pemimpin, sahabat, sekaligus keluarga bagi kami semua di KBRI Rabat dan masyarakat Indonesia di Maroko serta Mauritania.