MEDAN, GARDA.ID
Mulai dari kondisi air danau yang keruh, kebakaran, gempa bumi, sampah berserakan hingga ikan mati mengambang, nama Toba Caldera kerap ikut disebut dan dikaitkan dengan persoalan tersebut.
"Danau keruh, panggil Badan Pengelola Toba Caldera. Ada kebakaran, panggil Toba Caldera. Gempa bumi, cari Toba Caldera. Sampah berserak, cari Toba Caldera. Ikan mati mengambang, kejar Toba Caldera," demikian gambaran yang disampaikan Tikwan Raya Siregar dari Tim Badan Pengelola Toba Caldera, pada dalam laman relis facebooknua, Jumat 18 September 2026.
Baca Juga:
Besarnya ekspektasi publik sekaligus menjadi tantangan bagi lembaga tersebut. Persepsi masyarakat terhadap sebuah lembaga dapat berkembang dan menjadikan lembaga tertentu sebagai kanal penyampaian aspirasi, meskipun persoalan yang disampaikan belum tentu berada dalam kewenangan lembaga tersebut.
Bukan Lembaga yang Berkuasa
Menurutnya, lembaga tersebut bukan institusi yang memiliki kewenangan untuk menangani seluruh persoalan di kawasan Danau Toba.
"Badan Pengelola Toba Caldera adalah sahabat dalam memilih protokol pengelolaan kawasan geopark. Dia tidak berkuasa dan tidak membawa kepemimpinan," ujar senior pers ini.
Ia menjelaskan, Toba Caldera UNESCO Global Geopark merupakan salah satu mata rantai dalam jaringan berbagai komponen sosial yang bersama-sama memiliki peran dalam pengelolaan kawasan.
Posisi Badan Pengelola Toba Caldera, lanjutnya, berada di tengah dengan tugas membangun dialog, mengumpulkan gagasan dan merumuskan formulasi yang dapat dikerjakan secara kolaboratif.
Baca Juga:
Dorong Penguatan Kapasitas Lembaga
Menurut Jurnalis Pometro ini, pengelolaan kawasan geopark tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai komponen sosial dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan pengelolaan yang sesuai dengan prinsip taman bumi.
Ia menegaskan, keberadaan Badan Pengelola Toba Caldera bukan untuk menggantikan peran pemerintah maupun mengambil alih kewenangan instansi lain.
Lembaga tersebut berupaya menjadi bagian dari jejaring kolaborasi dalam pengelolaan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.
Baca Juga: