MEDAN | PT Bank Sumut tengah menyiapkan langkah transformasi menuju target naik kelas pada 2027. Penguatan modal, digitalisasi layanan, perluasan bisnis hingga kedekatan dengan pelaku usaha menjadi sejumlah agenda yang mendapat perhatian.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terkait arah transformasi Bank Sumut, khususnya menyangkut pelayanan, digitalisasi, pengembangan bisnis, perluasan nasabah serta peran media dalam menyampaikan informasi dan menyerap aspirasi masyarakat.
Modal Rp5,2 Triliun, Bank Sumut Kejar KBMI II
Agenda transformasi Bank Sumut tidak terlepas dari target pemerintah daerah agar bank milik daerah tersebut dapat naik kelas pada akhir 2027.
Baca Juga:
Dari sisi permodalan, Bobby pada April 2026 menyebut modal inti Bank Sumut sekitar Rp5,2 triliun. Dengan angka tersebut, masih dibutuhkan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai Rp6 triliun sebagai ambang KBMI II.
Karena itu, penguatan modal, pengembangan produk, digitalisasi, pelayanan dan ekspansi bisnis menjadi bagian penting dari agenda transformasi perusahaan.
Menurutnya, keberhasilan transformasi harus terlihat dari perubahan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh nasabah.
"Transformasi harus dirasakan nasabah melalui layanan yang mudah, cepat, aman dan sesuai kebutuhan," ujar Budi.
Baca Juga:
Anto Genk: Bank Sumut Harus Dekat dengan Pelaku Usaha
Dalam pertemuan tersebut, Anto Genk turut menyampaikan pandangannya mengenai pengembangan bisnis Bank Sumut.
Ia mendorong agar Bank Sumut semakin dekat dengan seluruh lapisan dunia usaha, mulai dari usaha kecil, UMKM, pengusaha menengah hingga pengusaha besar.
Menurutnya, semakin luas penggunaan layanan Bank Sumut oleh pelaku usaha, semakin terbuka pula peluang memperbesar basis bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Sumatera Utara.
Pelaku usaha, lanjutnya, membutuhkan layanan perbankan yang mudah diakses, cepat, aman, kompetitif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Baca Juga:
Salah satu masukan yang disampaikan Anto adalah pengembangan digital onboarding bagi calon nasabah.
Sebagai nasabah Bank Sumut, ia mengusulkan agar proses awal pendaftaran dan pembukaan rekening dapat dilakukan melalui aplikasi secara daring, dengan tetap mengikuti ketentuan verifikasi dan keamanan perbankan.
Menurut Anto, layanan tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda dan pelaku usaha yang kini semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas melalui platform digital.
Bank Sumut Buka Diri terhadap Kritik dan Masukan
Budi Anshari yang didampingi T.M. Donny Irawan selaku Public Relation PT Bank Sumut serta staf Novi dan Jalaluddin menyambut baik masukan tersebut.
Ia menyatakan usulan pengembangan aplikasi pendaftaran nasabah secara online akan menjadi perhatian perusahaan.
Baca Juga:
Ia menyebut masukan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan sekaligus memastikan perkembangan Bank Sumut memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Sumatera Utara.
"Masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk memberikan manfaat bagi Bank Sumut dan Sumatera Utara," katanya.
Menuju 2027, Transformasi Tak Cukup dengan Modal
Budi menambahkan, target transformasi menuju 2027 membutuhkan penguatan secara menyeluruh, mulai dari bisnis, sumber daya manusia, teknologi, pelayanan hingga komunikasi publik.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi antara perusahaan, media dan dunia usaha di tengah agenda transformasi Bank Sumut.
Dengan target peningkatan kelas pada 2027, tantangan Bank Sumut tidak hanya terletak pada pemenuhan kebutuhan permodalan. Lebih jauh, transformasi akan diuji melalui kemampuan menghadirkan layanan yang mudah diakses, produk yang relevan, pembiayaan yang semakin luas serta kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Sumatera Utara.red
Baca Juga: