MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong seluruh pengelola media sosial organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun komunikasi publik yang informatif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Melalui sinergi tersebut, informasi mengenai pembangunan dan pelayanan publik diharapkan dapat tersampaikan lebih cepat, menjangkau masyarakat lebih luas, serta mudah diakses.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Erwin Hotmansah Harahap saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial OPD Provinsi Sumut di Aula Transparansi Kantor Dinas Kominfo Sumut, Medan, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, konten yang dipublikasikan pemerintah tidak hanya harus menarik, tetapi juga akurat, bermanfaat, sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, pengelola media sosial OPD perlu terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi, menangani isu-isu strategis, dan mengantisipasi penyebaran disinformasi.
"Marilah kita kolaborasi, sehingga apa yang menjadi program kerja Pemprov Sumut dapat diketahui oleh seluruh masyarakat. Jangan hanya kegiatan OPD masing-masing. Marilah kita berinovasi," ajaknya.
Dalam paparannya, Toga memaparkan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak mengandalkan media sosial dibandingkan media cetak. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sebanyak 88,9% penduduk usia dewasa (18 tahun ke atas) menggunakan media sosial sehingga platform digital menjadi kanal komunikasi publik yang sangat strategis. Selain itu, rata-rata masyarakat menghabiskan waktu 21 jam 50 menit per minggu atau sekitar tiga jam setiap hari untuk mengakses media sosial.
Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat saat ini cenderung lebih menyukai konten ringan dibandingkan konten resmi pemerintah. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi cara kerja otak manusia yang secara biologis cenderung mencari informasi yang mudah dipahami, memberikan kepuasan instan, menghindari kelelahan kognitif, serta menjadi sarana pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari.