Jakarta, — Untuk pertama kalinya dalam sejarah brand dessert Indonesia, Butter Baby menggelar Cinema Premiere film animasi pendek original, The Story of Butterlandia, di CGV FX Sudirman, Jakarta. Bukan sekadar peluncuran produk. Ini adalah pembukaan resmi sebuah semesta: asal-usul karakter, misi, dan dunia yang selama ini hanya terlihat melalui petunjuk-petunjuk kecil dalam setiap pengalaman brand
"Butter Baby berawal dari ide sederhana: bagaimana menciptakan sesuatu yang bisa membuat orang merasa terhubung. Kami sudah mengenal dan mencintai Indonesia selama lebih dari 12 tahun, dari Sumba, hingga akhirnya menetap dan bekerja di Jakarta selama lebih dari empat tahun. Kami memilih Indonesia bukan karena kesempatan, tapi karena kami percaya ini adalah tempat terbaik untuk membangun sesuatu yang tahan lama. Dari sana, kami mulai membangun karakter, cerita, dan dunia yang perlahan berkembang menjadi Butterlandia. Bukan cerita yang kami ciptakan dari luar; ini lahir dari sini, dari kota ini, bersama komunitas yang telah tumbuh bersama kami sejak hari pertama. Film animasi ini adalah cara kami mengatakan: inilah fondasinya. Inilah dari mana semuanya dimulai." ujar Nick Burch dan Henry Burch, Founders dari Butter Baby
Sejak pertama kali hadir di Jakarta, Butter Baby terus berkembang menjadi sebuah Global IP yang dibangun melalui storytelling, pengalaman, dan komunitas. Pertumbuhan tersebut, menurut Shane Lewis, CEO dari Butter Baby, berakar pada hubungan yang terbentuk antara karakter dan orang-orang yang mengikutinya.
Bagi Butter Baby, dunia Butterlandia tidak hanya hadir sebagai latar cerita, tetapi juga sebagai medium untuk membangun koneksi emosional dengan komunitasnya.
"Kami membangun Butter Baby untuk komunitas yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang nyata, bukan sekadar membeli produk, tapi ikut dalam perjalanan yang terus berkembang. Yang membuat Butter Baby berbeda adalah ia tumbuh bersama kita. Setiap pengalaman baru yang ia jalani di Bumi, emosi yang ia rasakan, momen yang ia alami, dunia yang ia temukan untuk pertama kalinya, membentuk siapa dia. Seperti kita. Butter Baby adalah cermin yang sempurna bagi pengalaman manusia: belajar menavigasi dunia yang asing, mencari tempat di mana ia merasa diterima. Dan cermin itu diciptakan oleh talenta Indonesia, 99% tim kami adalah orang Indonesia, dari kreator, desainer, hingga operasional. Dari sini, kami tidak berhenti. Ini baru permulaan." kata Karen Tjahja, Head of Marketing & Business Development Butter Baby.
"Setiap dessert di Butter Baby selalu dimulai dengan satu pertanyaan: seperti apa rasanya makanan yang benar-benar hebat? Bukan hanya secara teknis, tetapi makanan yang membuat kita merasakan sesuatu. Yang mengingatkan kita pada rumah. Yang menghadirkan rasa nyaman. Butter Baby mungkin sedang jauh dari rumahnya, dan melalui setiap dessert yang kami ciptakan bersama, kami selalu berusaha menghadirkan perasaan itu: hangat, nyaman, dan membuat kita merasa baik-baik saja. Dan menurut saya, itulah juga yang Indonesia bawa ke dunia melalui Butter Baby. Bukan sekadar rasa, tapi rasa yang membuat orang merasa diterima," ujar Chef Dedy, Corporate Executive Chef dari Butter Baby.
Sebagai sneak peek dari apa yang akan datang, Butter Baby akan membuka store kelimanya pada 19 Juni 2026 di CGK Airport Terminal 3, Soekarno-Hatta International Airport, Area Keberangkatan. Namun ini bukan sekadar pembukaan toko baru, ini merupakan sebuah pernyataan dari Butter Baby.
Melalui The Story of Butterlandia, Butter Baby membuka pintu menuju fase berikutnya dari perjalanannya, sebuah semesta yang akan terus berkembang bersama komunitas yang telah menjadi bagian dari cerita ini sejak hari pertama.r