Ketua Balitbang Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, mengatakan bahwa tradisi karya-kekaryaan dan soliditas merupakan dua pilar penting yang menjadi kekuatan Partai Golkar dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari hal-hal sederhana yang mampu membangun kedekatan emosional antar pengurus.
"Soliditas dan gotong royong harus dibangun dari lingkungan terkecil. Karena itu, Balitbang Partai Golkar membuat kegiatan rutin berupa perayaan ulang tahun pengurus sebagai momentum untuk saling mendoakan dan mempererat hubungan antar kader," ujar Yuddy.
Baca Juga:Tradisi tersebut telah berlangsung sepanjang tahun 2026. Kegiatan diawali dengan perayaan ulang tahun Notrida Mandica pada 29 April 2026 di Puncak, Bogor. Selanjutnya, perayaan ulang tahun Leriadi dan Feby Ilham Permana digelar pada 14 Mei 2026 di Tebet, Jakarta Selatan. Kemudian, perayaan ulang tahun Ketua Balitbang, Yuddy Chrisnandi, dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di kediamannya di Tebet.
Puncak rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (18/6/2026) di ruang Balitbang DPP Partai Golkar, Jakarta, dalam rangka memperingati Milad ke-63 Wakil Ketua Balitbang DPP Partai Golkar, Ganjar Razuni.
Sekretaris Eksekutif Balitbang Partai Golkar, Notrida Mandica, Ph.D., menilai tradisi sederhana tersebut memiliki makna penting dalam memperkuat kekompakan organisasi.
Sejumlah tokoh dan pengurus Balitbang Partai Golkar turut hadir dalam peringatan Milad ke-63 Prof. Ganjar Razuni. Di antaranya, Bomer Pasaribu selaku Penasehat Ahli Balitbang Partai Golkar, Lili Asdjudireja, Bendahara Balitbang Partai Golkar Agus Wahyudiono, serta jajaran pengurus lainnya seperti Rinaldi Rustam, Wahyu Agung Permana, Justin Djogo, Yurisman, Kelas Fadli, Rio Rio Sagita Mutmainah Saragih, Auzi Kemora, dan Muhammad Topan.
Melalui kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut, Balitbang Partai Golkar berharap budaya kebersamaan, gotong royong, dan soliditas kader dapat terus terjaga sebagai fondasi penguatan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.