Sabtu, 29 Agustus 2026

Wamendagri Bima Arya: Perubahan Sosial Perlu Aktor, Struktur, dan Kultur yang Kuat

Garda.id - Jumat, 01 November 2024 16:57 WIB
Wamendagri Bima Arya: Perubahan Sosial Perlu Aktor, Struktur, dan Kultur yang Kuat
Wamendagri Bima Arya: Perubahan Sosial Perlu Aktor, Struktur, dan Kultur yang Kuat

 

Bima Arya Sugiarto.ist



Bogor - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa terdapat tiga elemen utama dalam menciptakan perubahan sosial yang nyata, yaitu aktor, struktur, dan kultur. Menurutnya, ketiga unsur ini merupakan fondasi penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam mengelola birokrasi yang lebih efektif dan responsif.


"Nonsense, omong kosong, [bila] terjadi perubahan tanpa aktor, enggak mungkin,” ujar Bima dalam acara Capacity Building bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan yang berlangsung di Ballroom Hotel JSI Resort, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Jumat (1/11/2024).


Lebih lanjut, Bima menjelaskan, aktor atau sosok yang berkomitmen pada perubahan adalah bagian krusial dalam mencapai transformasi. Namun, tanpa struktur yang terorganisir, seperti tata kelola dinas yang jelas, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang tepat, serta sistem tunjangan yang memadai, perubahan tidak akan berjalan secara efektif.


“Tapi aktor yang hebat tanpa kemudian dirapikan dan dikuatkan strukturnya, dinas-dinas ditata, tupoksinya, remunerasi, tunjangan, Tunjangan Kinerja (Tunkin) dan lain-lain, enggak bisa juga [melakukan perubahan],” tegasnya.


Selain aktor dan struktur, Bima juga menekankan pentingnya membangun kultur yang mendukung perubahan. Ia berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai wali kota, ketika berupaya menanamkan budaya disiplin di lingkungan pemerintahannya.


“Selama 10 tahun saya enggak pernah telat. Setiap Selasa jam 8 pasti briefing staf, 2 minggu sekali, kadang-kadang seminggu sekali,” tambahnya.


Di hadapan para peserta, Bima juga mengingatkan pentingnya pelembagaan agar perubahan yang dicapai dapat bertahan lama. Ia mengutip tokoh Singapura, Lee Kuan Yew, yang menyatakan bahwa perubahan tidak akan bertahan tanpa institusi yang kokoh.


“Bapak/Ibu sekalian tugas berat kita adalah bagaimana kemampuan secara personal bisa ditransfer menjadi institusional, regulasi, kebiasaan dibangun dan lain-lain,” tandasnya.

Rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
JMSI Sumut Dukung Penuh Program Irigasi Bobby Nasution, Pastikan Air Mengalir ke Lahan Petani
Siap Hadapi Musim Baru, JNE kembali mendukung Tim Cosmo JNE FC di Liga Futsal Profesional 2026/2027
Dosen UNPAB Raih Top 3 Sinta Score Overall (SSO) 2026
Muktamar ke-35 NU Dimulai, Prabowo: NU Institusi Bersejarah yang Berjasa Besar bagi Indonesia
Gubernur Bobby Nasution Serahkan Ranperda P-APBD 2026 ke DPRD, Fokus Infrastruktur dan Pemulihan Pascabencana
Pemprov Sumut Optimalkan 21 Daerah Irigasi, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut Gibson Panjaian :  Lahan Pertanian Produktif Ditargetkan Capa
 
Komentar