Minggu, 19 April 2026

Wamendagri Bima Arya: Perubahan Sosial Perlu Aktor, Struktur, dan Kultur yang Kuat

Garda.id - Jumat, 01 November 2024 16:57 WIB
Wamendagri Bima Arya: Perubahan Sosial Perlu Aktor, Struktur, dan Kultur yang Kuat
Wamendagri Bima Arya: Perubahan Sosial Perlu Aktor, Struktur, dan Kultur yang Kuat

 

Bima Arya Sugiarto.ist



Bogor - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa terdapat tiga elemen utama dalam menciptakan perubahan sosial yang nyata, yaitu aktor, struktur, dan kultur. Menurutnya, ketiga unsur ini merupakan fondasi penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam mengelola birokrasi yang lebih efektif dan responsif.


"Nonsense, omong kosong, [bila] terjadi perubahan tanpa aktor, enggak mungkin,” ujar Bima dalam acara Capacity Building bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan yang berlangsung di Ballroom Hotel JSI Resort, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Jumat (1/11/2024).


Lebih lanjut, Bima menjelaskan, aktor atau sosok yang berkomitmen pada perubahan adalah bagian krusial dalam mencapai transformasi. Namun, tanpa struktur yang terorganisir, seperti tata kelola dinas yang jelas, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang tepat, serta sistem tunjangan yang memadai, perubahan tidak akan berjalan secara efektif.


“Tapi aktor yang hebat tanpa kemudian dirapikan dan dikuatkan strukturnya, dinas-dinas ditata, tupoksinya, remunerasi, tunjangan, Tunjangan Kinerja (Tunkin) dan lain-lain, enggak bisa juga [melakukan perubahan],” tegasnya.


Selain aktor dan struktur, Bima juga menekankan pentingnya membangun kultur yang mendukung perubahan. Ia berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai wali kota, ketika berupaya menanamkan budaya disiplin di lingkungan pemerintahannya.


“Selama 10 tahun saya enggak pernah telat. Setiap Selasa jam 8 pasti briefing staf, 2 minggu sekali, kadang-kadang seminggu sekali,” tambahnya.


Di hadapan para peserta, Bima juga mengingatkan pentingnya pelembagaan agar perubahan yang dicapai dapat bertahan lama. Ia mengutip tokoh Singapura, Lee Kuan Yew, yang menyatakan bahwa perubahan tidak akan bertahan tanpa institusi yang kokoh.


“Bapak/Ibu sekalian tugas berat kita adalah bagaimana kemampuan secara personal bisa ditransfer menjadi institusional, regulasi, kebiasaan dibangun dan lain-lain,” tandasnya.

Rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:
SHARE:
 
Berita Terkait
193 Tahun Kabupaten Simalungun, Bank Sumut Pertegas Peran Strategis Lewat Sinergi dan Transformasi
Tiga Dosen Medan Raih Juara Turnamen Pingpong Ketupat Halal Bihalal PTM Eksekutif Sumut
Tiga Dosen Raih Juara Turnamen Pingpong Ketupat Halalbihalal PTM Eksekutif Sumut
Plt Kadiskes Aceh Besar Picu Sorotan, Penunjukan Dinilai Janggal dan Perlu Klarifikasi
Memanusiakan Narapidana: Menagih Asta Cita di Balik Tembok Penjara
Wali Kota Tanjungbalai Melayat ke Rumah Duka Istri Mantan Wali Kota Waris Thalib
 
Komentar