Kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan pendidikan Indonesia-Malaysia, khususnya antara dua lembaga pendidikan dari negara serumpun. Kolaborasi diharapkan tidak hanya sebatas penandatanganan, tetapi berkembang menjadi berbagai program pendidikan yang konkret dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PP TPI Prof. Ismet Danial Nasution, Ketua I dan II PP TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution, Sekum PP TPI Medan, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Zainal Arifin, Kepala Sekolah MTS TPi Medan, Kepala Sekolah SLB TPI Medan Lindayani, jajaran pimpinan dan pengurus Taman Pendidikan Islam, para kepala sekolah dan madrasah TPI Kampus I dan Kampus II, Kepala SD Swasta TPI Medan Uswatun Hasanah Harahap, para guru serta rombongan SK Kebun Baharu Selangor Malaysia.
Baca Juga:TPI: Bukan Sekadar Kunjungan Persahabatan
Menurutnya, kedekatan geografis, sejarah, budaya dan hubungan masyarakat Indonesia-Malaysia merupakan modal kuat untuk membangun kerja sama pendidikan.
"Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan persahabatan, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun hubungan kolaborasi strategis di bidang pendidikan antara SD Swasta Taman Pendidikan Islam di Indonesia dengan Sekolah Kebangsaan Kebun Baharu Malaysia," ujar Uswatul.
Melalui kolaborasi tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku teks, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui interaksi lintas negara.
"Anak-anak kita tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga belajar menjadi warga dunia yang kreatif dan berdaya saing tinggi tanpa mengubah identitas budaya," katanya.
Baca Juga:Uswatun juga memaparkan bahwa SD Swasta TPI Medan telah berdiri sejak 1 Mei 1961. Dalam proses pembelajarannya, sekolah memadukan pendidikan umum dengan pendidikan keislaman.
Selain Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan pelajaran umum lainnya, siswa juga mendapatkan pembelajaran Al-Qur'an, Hadis, Fikih, Tarikh, Akidah dan Akhlak.
Perpaduan tersebut menjadi bagian dari komitmen TPI dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter dan akhlak yang kuat.
Noor Faiz mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat perbedaan istilah atau bahasa Melayu yang berpotensi menimbulkan salah tafsir.
Menurutnya, Indonesia dan Malaysia memang bangsa serumpun, tetapi perbedaan bahasa terkadang menyebabkan satu istilah memiliki pemahaman berbeda.
Baca Juga:"Kita walaupun serumpun, tetapi kadang-kadang kerana bahasa yang berbeda, tafsiran-tafsiran itu mungkin boleh tersalah tafsirkan," ujarnya.
Namun demikian, ia meyakini perbedaan bahasa tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang semakin erat.
Noor Faiz juga mengungkapkan bahwa agenda pertemuan yang sebelumnya direncanakan pada 1 September 2026 sempat tertunda akibat bencana alam.
"Kita merancang tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala juga sebagai perancang yang lebih hebat daripada kita. Maka perancangan Allah itu yang lebih baik," tuturnya.
Menurut Noor Faiz, tertundanya agenda tersebut justru menjadi hikmah sehingga pertemuan akhirnya dapat berlangsung pada Jumat yang dinilainya penuh keberkahan.
Baca Juga:SKKB Buka Ruang Pertukaran Pengalaman
Ia berharap guru dan peserta didik kedua sekolah dapat saling belajar mengenai sistem pendidikan, metode pembelajaran, teknologi pendidikan serta budaya masing-masing.
"Kami menawarkan untuk hadir ke sekolah bersama, untuk sama-sama kita berkongsi pelajaran dan pengalaman," katanya.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai kegiatan bersama yang memberikan manfaat bagi perkembangan peserta didik kedua sekolah.
Prof Ismet Danial Nasution Dorong Kerja Sama Berkelanjutan
Ketua Umum PP TPI Prof. Ismet Danial Nasution turut memberikan dukungan terhadap terjalinnya kerja sama pendidikan tersebut.
Baca Juga:Kolaborasi dengan sekolah di Malaysia dinilai menjadi peluang bagi TPI untuk memperluas jejaring pendidikan sekaligus membuka wawasan baru bagi guru dan peserta didik.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penandatanganan, tetapi dilanjutkan dengan program-program nyata seperti pertukaran pengalaman, pengembangan metode pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, pengenalan budaya serta pemanfaatan teknologi pendidikan.
Hubungan yang terbangun antara TPI Medan dan SKKB juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia melalui jalur pendidikan.
Menurutnya, hubungan tersebut harus terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi siswa, guru maupun lembaga pendidikan.
"Kerja sama ini kita harapkan menjadi awal yang baik untuk membangun hubungan yang lebih erat antara TPI Medan dengan sekolah di Malaysia. Kita ingin saling belajar, saling berbagi pengalaman dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.
Baca Juga:H. Ikrom menegaskan, kerja sama tersebut jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial.
"Yang paling penting, kerja sama ini harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Jangan hanya berhenti pada seremoni, tetapi harus ada tindak lanjut yang dapat dirasakan oleh anak-anak dan para guru," katanya.
Ia menilai kedekatan Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun merupakan modal kuat untuk mengembangkan berbagai program pendidikan bersama.
Nor Faiz menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia atas peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diperingati pada 17 Agustus 2026. Ia berharap Indonesia senantiasa menjadi negara yang berdaulat, aman dan makmur.
Pihak TPI Medan juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kemerdekaan Malaysia serta harapan agar Malaysia semakin maju dan berjaya.
Baca Juga:Momentum tersebut juga bertepatan dengan ulang tahun ke-72 Prof. Ismet Danial Nasution yang jatuh pada 31 Agustus 2026.
Dengan ditandatanganinya kerja sama tersebut, TPI Medan dan SK Kebun Baharu diharapkan segera merealisasikan berbagai program kolaborasi, mulai pertukaran guru dan siswa, kunjungan pendidikan, berbagi metode pembelajaran, pengenalan budaya hingga pengembangan inovasi pendidikan.
Kerja sama dua sekolah dari negara serumpun ini sekaligus menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak hanya dibangun melalui hubungan pemerintahan, tetapi juga melalui dunia pendidikan.
Penandatanganan kerja sama ini pun diharapkan menjadi awal dari hubungan pendidikan Indonesia-Malaysia yang lebih konkret, produktif dan berkelanjutan.
Baca Juga: