Medan— Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat Kecil Sumatera Utara (AMPERAKSU) menggelar aksi unjuk rasa di dua titik, yakni di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu) dan kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Selasa (11/5).
Dalam aksinya, massa menyuarakan keprihatinan terhadap maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Mereka bahkan menyebut kondisi ini sebagai "darurat narkoba".
Koordinator aksi, Rian Lubis, dalam orasinya menyoroti keberadaan tempat hiburan malam (THM) Kapten America di Kabupaten Serdang Bedagai yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba. Ia menyebut, berdasarkan penggerebekan sebelumnya, sejumlah pengunjung tempat tersebut dinyatakan positif narkoba.
"Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih terjadi secara terang-terangan dan diduga kurang mendapat pengawasan ketat," ujar Rian.
Selain itu, massa aksi juga menyampaikan dugaan adanya keterlibatan oknum aparat yang dinilai membuat tempat tersebut tetap beroperasi. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan transparan dalam menangani persoalan tersebut.
Dalam tuntutannya, AMPERAKSU meminta:
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama BNN segera menutup permanen THM Kapten America.
Polda Sumut mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat.
Evaluasi kinerja aparat di wilayah Serdang Bedagai, termasuk Kapolres dan Kepala BNN setempat.
Aksi di dua lokasi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari Polda Sumatera Utara maupun BNNP Sumatera Utara terkait tuntutan yang disampaikan massa.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pihak berwenang.red
Baca Juga: