Forum strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses keuangan, sekaligus mempercepat transformasi digital di Tapanuli Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Sumut meluncurkan program KUR BERKAH sebagai solusi pembiayaan inklusif yang dirancang untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kelompok perempuan pra-sejahtera.
Baca Juga:Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana.
"Pemulihan ekonomi terus kami dorong melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta penguatan sektor riil seperti pengembangan 1.000 hektare lahan jagung dan budidaya 2.000 kolam bioflok," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Sumut dan BUMD, sebagai off-taker guna memastikan hasil produksi masyarakat memiliki kepastian pasar dan mampu menciptakan efek ekonomi berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menyoroti pentingnya penguatan sektor unggulan daerah dan hilirisasi komoditas strategis seperti kopi dan CPO untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan bernilai tambah.
Dukungan terhadap penguatan akses pembiayaan juga disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien. Ia menyebut sektor pertanian, khususnya komoditas jagung di Tapanuli Selatan, memiliki prospek yang sangat baik dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) hanya sebesar 0,04 persen.
Baca Juga:"Ini menunjukkan kualitas kredit sektor pertanian di Tapanuli Selatan sangat sehat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui sinergi bersama perbankan, termasuk Bank Sumut," katanya.
Menjawab kebutuhan tersebut, Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menegaskan bahwa KUR BERKAH hadir sebagai bentuk nyata keberpihakan Bank Sumut terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil.
"KUR BERKAH dirancang dengan pendekatan berbasis kelompok (grameen model) untuk mendorong kemandirian pelaku usaha mikro, khususnya perempuan pra-sejahtera, sekaligus membantu masyarakat terhindar dari praktik rentenir," ujar Heru.
Tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, Bank Sumut juga memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, serta kelompok tani dalam program penyaluran KUR bagi petani jagung.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai landasan penguatan kerja sama dalam pengelolaan keuangan daerah, peningkatan layanan perbankan, serta percepatan program pembangunan daerah berbasis digital.
Baca Juga:Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi daerah dari hulu hingga hilir, memperluas inklusi keuangan, sekaligus mempercepat transformasi digital layanan publik dan transaksi keuangan daerah.
Melalui semangat transformasi #Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi, Bank Sumut terus memperkuat posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif, modern, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.###