Parapat | Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut di Aula Mes Pora-pora Prapat, Jumat (8/5/2026), berlangsung sukses, khidmat dan semarak.
Puteh minta KAHMI harus menjadi penjaga nilai-nilai demokrasi yang berkeadaban. "Demokrasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kontestasi kekuasaan semata, tetapi harus menjadi instrumen menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, dan persatuan nasional," harapnya.
Atas nama Majelis Nasional KAHMI, Puteh mengapresiasi MW KAHMI Sumut atas terselenggaranya Muswil. "Forum ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan ruang konsolidasi pemikiran, penguatan nilai perjuangan dan peneguhan arah pengabdian KAHMI bagi umat, bangsa dan negara," ujarnya.
"Kalau selama ini dipimpin satu ketua umum bersama sekum Dadang Darmawan Pasaribu saja bisa menghadirkan 1.000 kegiatan lebih yang nantinya akan dituangkan ke dalam 66 buku. Tentu kolaborasi 7 presidium, insya Allah KAHMI Sumut akan lebih baik ke depan," kata Rusdi.
Bupati Simalungun Dr H Anton Ahmad Saragih menyampaikan terima kasih dan apresiasi karena Kabupaten Simalungun menjadi tuan rumah pelaksanaan Muswil VII KAHMI dan Forhati Sumatera Utara.
Sedangkan, Gubsu diwakili Kaban Kesbangpol Dr Ir Mulyono ST MSi mengatakan, Muswil ini merupakan momentum penting memperkuat konsolidasi dan ukhuwah. "KAHMI rumah besar pemikiran, untuk kepentingan keumatan dan kebangsaan," ujarnya.
Ketua Organizing Committe (OC) Muswil VII, H Aja Syahri MSos didampingi Sekretaris Andi Wiliandi MPdI, dalam laporannya menyebutkan, perhelatan Muswil diikuti 25 Majelis Daerah se-Sumatera Utara dan berlangsung hingga 10 Mei 2026.
Turut hadir Ketua DPRD Simalungun H Sugiarto, Wabup Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin, Wawa T Balai Fadly Abdina, tokoh senior KAHMI Sumut Prof Darwin Sitompul, H Nurdin Lubis, Murlan Tamba, Hendy Damanik, Syahrul M Pasaribu, Hj Nilamsari Lubis, Koorpres Forhati Sumut Serasi Malem Sitepu dan Wakil Ketua DPRD Tapsel H Borkat SSos MM.rel