Jakarta | Garda.id
Kordinator Nasional (Kornas) Masyarakat Sipil Kritis Pengawal Prabowo Gibran (Masker Pragi) yang juga sebagai Wakil ketua Umum DPP FABEM - SM ( Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa ) Tody Ardiansyah Prabu, S.H menuturkan tatanan ekonomi Indonesia, nilai tukar mata uang, aksi mahasiswa, dan dinamika politikmenjadi perbincangan utama di Indonesia. Topik paling mendominasi saat ini.
Kendati penurunan nilai rupiah akibat faktor luar negeri tetap diwaspadai, Menteri Keuangan Bapak Purbaya memastikan koordinasi yang erat dan harmonis antara Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia (BI) akan terus berjalan guna menjaga kestabilan kurs. Indonesia kini bukan lagi negara yang gampang gemetar mendengar gertakan pasar luar, melainkan sebuah kekuatan ekonomi baru di Asia Tenggara yang siap melangkah mantap di atas kaki sendiri demi kesejahteraan kemakmuran & berkeadilan rakyat Indonesia yang hakiki.
Pemerintah optimistis, begitu data-data riil mengenai kuatnya ekonomi ini terbaca utuh oleh pasar internasional, maka segala bentuk kampanye negatif dan kepanikan palsu yang ditiupkan oleh pihak luar termasuk ketakutan terselubung dari negara tetangga, lambat laun akan rontok dengan sendirinya.
Baca Juga:Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa,Gelombang demonstrasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia terkait isu ekonomi, kenaikan harga BBM non-subsidi, dan evaluasi kebijakan nasional harus tetap kondusif, terarah dan sesuai aturan. Penyampaian Aspirasi juga sesuai dengan amanah demokrasi, Janganlah Rakyat mahasiswa di adu domba untuk menyerang pemerintahan negara kesatuan republik indonesia Justru Pemerintah Presiden Prabowo Responsif terhadap hal partisipasi publik dalam mengambil kebijakan publik pro rakyat. Dan Seruan moral dan imbauan agar mahasiswa tidak terpancing untuk menghina Presiden sangat penting demi menjaga etika berdemokrasi dan efektivitas perjuangan gerakan mahasiswa itu sendiri. Sebagai kaum intelektual, mahasiswa memiliki peran krusial dalam menyuarakan aspirasi.Selalu utamakan nalar kritis dan argumen yang solutif dalam setiap penyampaian pendapat di muka umum.
Berbagai situasi terkini indonesia kita harus tetap menjaga semangat rasa persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa.berbagai pendapat tentang kondisi bangsa indonesia saat ini harus bersama kita sikapi dengan baik dan bijaksana Jangan mudah terprovokasi hingga dapat menyebabkan bangsa indonesia terpecah belah.Kondisi Geo politik Global saat ini sangat tidak kondusif sulit diprediksi, sedang tidak baik baik saja, jangan sampai terjadi perpecahan antar sesama anak bangsa.
"INDONESIA RESPONSIF" BUKAN "INDONESIA BANGKRUT" Berbagai upaya telah dilakukan pemerintahan prabowo subianto saat ini.mulai evalusasi kebijakan ekonomi,nilai tukar rupiah, ketahanan pangan energi nasional, penegakan hukum terhadap BGN,Evaluasi kebijakan Program MBG juga sudah dilakukan, akan tetapi ada yang lebih penting dari itu semua."JAGA BANGSA DAN NEGARA INDONESIA"
Tutur " Tody Ardiansyah Prabu, S.H
Jika kita jeli melihat arah angin ekonomi, turunnya nilai mata uang akibat memanasnya situasi di Timur Tengah antara Iran melawan koalisi AS-Israel hanyalah guncangan sesaat. Di balik riuh rendah tersebut, sebenarnya ada ketakutan besar dari negara tetangga seperti Singapura terhadap bangkitnya kemandirian ekonomi kita.
Kabar miring yang ditulis media asing sekelas The Straits Times dan Bloomberg belakangan ini sebenarnya menyimpan pesan rahasia: Singapura sedang cemas akut. Posisi mereka sebagai pusat keuangan dan tempat transit barang di Asia Tenggara kini mulai terancam.
Tody Menegaskan Nilai tukar rupiah bergerak menguat signifikan hingga ke level Rp17.860 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Mata uang garuda berhasil memangkas pelemahan tajam yang sempat menyentuh level psikologis Rp18.171 per dolar AS pada awal pekan. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ikut menguat ke posisi Rp17.921 per dolar AS.
Faktor Utama Pemicu Penguatan Rupiah
Derasnya Aliran Modal Asing (Inflow): Keputusan BI langsung menarik minat investor portofolio global. Aliran modal asing yang masuk ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) menembus angka Rp15,11 triliun dalam sehari.
Sentimen Positif Obligasi Danantara: Keberhasilan penerbitan perdana obligasi internasional Danantara yang sukses menghimpun dana senilai Rp26,9 triliun mendongkrak kepercayaan pasar global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Ketua DPW FABEM (Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa) Sumatera Utara Rinno Hadinata menuturkan kebijakan BI (Bank Indonesia) tetap membuka peluang untuk mengevaluasi kebijakan moneter,intervensi pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan pada 17–18 Juni 2026 sangat penting. Langkah ini sangat krusial untuk mengantisipasi ketegangan geopolitik global dan fluktuasi permintaan valas domestik. Pemerintah memproyeksikan rupiah akan terus menguat secara bertahap memasuki Semester II-2026.
Rinno menuturkan beberapa point penting Dampak Positif dari Kenaikan Harga Pertamax :
Menurut estimasi pengamat ekonomi di media ekonomi Kontan, kebijakan penyesuaian harga ini mampu menghemat anggaran negara hingga Rp11,4 triliun per tahun. Tanpa adanya penyesuaian, pemerintah berpotensi menanggung tambahan beban kompensasi energi hingga Rp27,7 triliun.
2.Menjaga Cadangan Devisa dan Rupiah
3.Memperkuat Arus Kas Pertamina
Selama harga jual ditahan di bawah nilai keekonomian, PT Pertamina (Persero) harus menanggung selisih biayanya terlebih dahulu. Penyesuaian ke Rp16.250 per liter memulihkan kesehatan arus kas perusahaan untuk dialokasikan pada investasi infrastruktur energi.
Analis dari lembaga keuangan seperti Stockbit melalui GoKepri menilai respons cepat ini memberikan sentimen positif pasar. Investor melihat komitmen pemerintah dalam menjaga tata kelola fiskal yang disiplin dan transparan sesuai mekanisme pasar.
5.Mendorong Efisiensi dan Energi Alternatif
Rinno menilai ada upaya narasi negatif yang di duga sengaja dibangun untuk melemah kan pemerintahan Prabowo Gibran.Suatu permasalahan bangsa yang kompleks ini tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang saja.
Substansi Masalah dan Fakta Penyeimbang :
1.Faktor Global Bukan Domestik Semata
Pelemahan rupiah dan kenaikan harga Pertamax dipicu secara langsung oleh faktor eksternal, yaitu lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik geopolitik global. Kondisi ini memaksa dilakukannya penyesuaian harga demi menyelamatkan APBN dari beban kompensasi yang membengkak.
Meski harga Pertamax nonsubsidi naik menjadi Rp16.250 per liter, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM penugasan rakyat kecil. Harga Pertalite tetap ditahan di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter.
3.Tren Pemulihan dan Intervensi dalam tindakan Nyata