Medan– Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat komunikasi publik dan branding institusi melalui partisipasi aktif pada Workshop Kehumasan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lingkungan LLDIKTI Wilayah I yang berlangsung pada 11–12 Juni 2026 di STIKes Mitra Husada Medan.
Workshop mengusung tema "Membangun Komunikasi Publik Digital dan Tantangan Keterbukaan Informasi Publik di Era Diktisaintek Berdampak", yang bertujuan meningkatkan kapasitas humas perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika komunikasi digital yang terus berkembang.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai wawasan strategis terkait pengelolaan komunikasi publik, penguatan citra institusi, optimalisasi media sosial, publikasi capaian perguruan tinggi, serta implementasi keterbukaan informasi publik yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Pada hari pertama, materi disampaikan oleh sejumlah praktisi dan akademisi kehumasan, di antaranya Dr. Ribut Priadi, S.Sos., M.I.Kom., Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Ignatius Edward Riantono, Perwakilan BINUS University PSDKU Medan, Dr. Herna Rinayanti, M.Kes., Ketua STIKes Mitra Husada Medan, serta Abdul Karim Syahputra, M.Kom., Dosen Universitas Royal.
Dalam sesi tersebut, para narasumber menekankan pentingnya peran humas sebagai garda terdepan dalam membangun citra positif perguruan tinggi melalui penyampaian informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Workshop juga menghadirkan Muhammad Safii Sitorus, S.H., M.H., Kepala Divisi Sengketa Komisi Informasi Sumatera Utara, yang membahas implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan perguruan tinggi. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya transparansi informasi sebagai upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.
Dalam pemaparannya, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si. menegaskan bahwa humas perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kampus dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan harus mampu menunjukkan dampak nyata pendidikan tinggi sekaligus memberikan manfaat bagi publik.
Rangkaian workshop ditutup secara resmi oleh Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya transformasi kehumasan perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan komunikasi publik yang berdampak guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.
Baca Juga:Keikutsertaan UNPAB dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik kampus, memperkuat branding institusi, serta mengoptimalkan pengelolaan media digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Hasil dan praktik terbaik yang diperoleh selama kegiatan akan didiseminasikan kepada Unit Komunikasi Publik dan Media UNPAB sebagai langkah penguatan strategi komunikasi digital, peningkatan kualitas publikasi institusi, serta persiapan menghadapi berbagai program dan penghargaan kehumasan di tingkat nasional.rel