SURABAYA – Spanduk bernada keras yang menyoroti Bendahara DPD Partai Gerindra Aceh, Teuku Irsyadi MD, terpantau terpampang di jembatan layang kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 17.40 WIB.
Kemunculan spanduk tersebut menjadi perhatian karena Irsyadi dikenal memiliki kedekatan dengan Mualem. Ia tercatat sebagai Bendahara DPD Partai Gerindra Aceh dan sebelumnya dipercaya mengisi posisi bendahara dalam tim pemenangan Prabowo-Gibran di Aceh serta tim pemenangan Mualem-Fadhlullah pada Pilgub Aceh 2024.
Kedekatan tersebut berlanjut setelah Mualem menjabat Gubernur Aceh. Irsyadi beberapa kali terlihat mendampingi Mualem dalam berbagai agenda, termasuk pertemuan dengan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan pihak terkait investasi serta sektor strategis Aceh. Dalam sejumlah pemberitaan, Irsyadi juga disebut sebagai Staf Khusus Gubernur Aceh.
Baca Juga:Rangkaian kemunculan Irsyadi dalam berbagai agenda bersama Mualem membuat namanya cukup menonjol di lingkaran politik dan pemerintahan Aceh.
Meski demikian, tudingan dalam spanduk bahwa Irsyadi dan kelompoknya "menguasai Pemerintah Aceh" merupakan klaim pihak pemasang yang belum terverifikasi. Hingga kini belum diketahui siapa pemasang spanduk tersebut maupun apa dasar tudingan yang disampaikan.
Saat dikonfirmasi awak media melalui nomor pribadinya terkait spanduk tersebut, Teuku Irsyadi belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirim telah tercentang dan berstatus dibaca, namun hingga berita ini ditulis tidak ada jawaban atau klarifikasi dari yang bersangkutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Teuku Irsyadi maupun Pemerintah Aceh mengenai keberadaan spanduk tersebut.
Baca Juga: