JAKARTA– Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh memasuki babak baru. Muktarrudin Usman resmi dipercaya menakhodai KSMI Aceh, dengan tekad mengembangkan sepakbola mini di daerah sekaligus membuka ruang bagi talenta Aceh untuk berkiprah di kancah nasional.
Penyerahan SK berlangsung di ruang kerja Ketua Umum KSMI Pusat, Rukan Permata Senayan Blok A-6, Jalan Tentara Pelajar RT 001/RW 007, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Yan Mulia Abidin didampingi Wakil Ketua Umum KSMI, Ir. Tundra Meliala, M.M., GRCE., CPCC.
Dalam struktur inti KSMI Aceh, Muktarrudin Usman dipercaya sebagai Ketua, Muhammad Zubir sebagai Sekretaris, sedangkan Mariadi dipercaya sebagai Bendahara.
Baca Juga:Kepengurusan KSMI Aceh selanjutnya akan diperkuat sejumlah komisi dan perangkat organisasi yang menangani bidang-bidang strategis, antara lain kompetisi, teknik dan pengembangan, pemain dan klub, wasit, pembinaan usia muda, sepakbola mini wanita, media dan teknologi, medis, keamanan serta suporter dan tanggung jawab sosial.
Selain komisi tersebut, perangkat organisasi juga akan mencakup bidang lain sesuai kebutuhan dan struktur KSMI, termasuk organisasi, percepatan dan pengembangan, infrastruktur, Badan Liga serta perangkat yudisial.
Struktur tersebut mencerminkan arah pengembangan KSMI yang tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga membangun ekosistem sepakbola mini melalui pembinaan pemain, kompetisi, pengembangan klub, perangkat pertandingan hingga aspek kesehatan, keamanan dan komunikasi publik.
Bagi Aceh, perkembangan tersebut menjadi momentum untuk membangun organisasi yang mampu menghimpun potensi sepakbola mini di berbagai daerah. Muktarrudin mengatakan, pembentukan kepengurusan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal untuk membangun pembinaan dan kompetisi yang lebih terarah.
"Tekad kita bagaimana KSMI Aceh ini berkembang. Kita ingin membangun pembinaan dan kompetisi yang baik sehingga pemain-pemain dari Aceh memiliki kesempatan untuk berkiprah di tingkat nasional," ujar Muktarrudin.
Baca Juga:Menurutnya, Aceh memiliki banyak komunitas dan pemain yang selama ini tumbuh melalui berbagai aktivitas sepakbola. Potensi tersebut perlu dihimpun dalam sistem pembinaan yang terorganisasi agar memiliki ruang berkembang dan berkompetisi secara berkelanjutan.
Karena itu, KSMI Aceh akan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan klub, komunitas, sekolah sepakbola, pemerintah daerah, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan olahraga.
"Kita mulai dari Aceh. Organisasinya harus kuat, kompetisinya harus hidup dan pembinaannya harus berjalan. Dari situ kita berharap lahir pemain-pemain yang mampu bersaing dan membawa nama Aceh ke tingkat nasional," katanya.
Demikian pula bidang pemain dan klub, wasit, sepakbola mini wanita, medis, keamanan serta media dan teknologi. Seluruh unsur tersebut diharapkan bekerja secara terintegrasi sehingga KSMI Aceh tidak hanya aktif ketika turnamen digelar.
"Kita tidak ingin organisasi ini hanya bergerak saat ada pertandingan. Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Ada pembinaan, ada kompetisi, ada organisasi dan ada jalur bagi pemain untuk berkembang," ujarnya.
Baca Juga:Setelah penyerahan SK, KSMI Aceh akan melakukan konsolidasi internal sekaligus melengkapi perangkat kepengurusan. Program kerja juga akan disusun dengan memperhatikan kebutuhan pembinaan serta perkembangan sepakbola mini di Aceh.
Muktarrudin berharap KSMI Aceh dapat menjadi rumah bersama bagi pemain, klub dan komunitas sepakbola mini, sekaligus menjadi jembatan bagi talenta Aceh menuju kompetisi yang lebih luas.
"Harapan kita sederhana, KSMI Aceh berkembang, sepakbola mini semakin kuat dan anak-anak Aceh mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menunjukkan kemampuan mereka sampai ke kancah nasional," pungkasnya. (R)